PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita menyalakan ataupun mematikan lampu, tentunya jikadiperhatikan ada jeda waktu antara saat saklar dinyalakan hingga lampu menyala dari agak redup,kemudian menjadi terang. Atau yang lebih mudah diamati adalah saat menyalakan atau mematikankipas angin. Contoh, ketika kipas angin dimatikan, tentunya putaran baling-baling pada kipas tidakserta-merta langsung berhenti seketika, tapi perlahan-lahan menjadi pelan hingga akhirnya baling-baling berhenti. Mengapa begitu? Itulah yang disebut peralihan atau bias disebut juga“TRANSIEN”.Lalu jika kita mengamati dan membandingkan lampu rumah kita, yakni membandingkanlampu kamar mandi dan lampu kamar tidur. Lampu mana yang lebih awet menyala? Lampu kamartidur atau kamar mandi? Pada umumnya pasti kalian menjawab lampu kamar mandi. Mengapabegitu? Karena dibandingkan lampu kamar tidur yang hanya di nyala-matikan saat malam hari,lampu kamar mandi lebih sering di nyala-matikan, yaitu setiap kali sebelum-sesudah menggunakankamar mandi. Ternyata hal tersebut terjadi karena adanya pengaruh TRANSIEN. Memang pada kenyataannya transien hanya terjadi secara singkat, tetapi dengan memahamitransien pada suatu rangkaian atau alat, kita akan memahami efek gejala listrik yang sangatmempengaruhi kekuatan suatu alat/rangkaian sehingga dapat meminimalisir efek gejala listrik yangdapat menyebabkan kerusakan pada alat.Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memahami apa itu transien, dan gejala-gejalayang terjadi ketika transien. Pada resume 4 kali ini, kami akan menjelaskan Pengertian dasarTransien dan Gejala-gejala yang terjadi pada rangkaian RL (Resistor-Induktor) pada arus searah(DC) ketika TRANSIEN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar